(dokumentasi)

MASJIDAKBAR.COM- Jika kita mengikuti berita TV tentang perang antara Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung hampir dua pekan sangat mengerikan. Roket-roket senjata mematikan berhamburan menembak target sasarannya.Tak terbayangkan jika hal itu terjadi di negeri kita. Dipastikan banyak korban tewas, walau belum diumumkan jumlahnya karena konflik masih terus berlangsung. Oleh karenanya banyak negara menghimbau agar konflik ini segera diakhiri. Lalu bagaimana sikap kita terhadap konflik yang terjadi seperti itu? Seperti diketahui di Ukraina juga terdapat umat Islam yang jumlahnya sekitar 2 juta orang dari total penduduk Ukraina sebanyak 41 juta orang. Walau jumlahnya tergolong minoritas, namun kita sangat bersimpati terhadap mereka.

Dalam ceramah Ustadz Adi Hidayat yang diunggah di Youtube 28 Februari 2022 menyampaikan sebuah pesan dan sikap yang harus diambil umat Islam dalam konflik ini. “Jika ada dua pihak atau lebih dalam suasana bertikai bersengketa, maka orang Islam sejatinya mesti menjadi penengah,” ujar Ustadz Adi Hidayat. Tidak hanya menjadi penengah, umat Islam juga bosa menjadi pemberi solusi bagi negara yang sedang konflik. Ustadz Adi Hidayat menyatakan bahwa pemberian solusi itu tidak memprovokasi dari satu atau dua pihak, karena provokasi dapat menjadikan sebuah konflik menjadi semakin besar. Solusi yang dimaksud Ustadz Adi Hidayat, yaitu solusi yang dapat membawa kedamaian, menyenangkan bagi yang sedang konflik.

Ustadz Adi Hidayat pun memberi gambaran terkait konflik dua pihak ini sebagaimana sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW pada peristiwa peletakan Hajar Aswad di Ka’bah, Kota Makkah.  Rasulullah berhasil mendamaikan potensi konflik yang mungkin terjadi antara suku – suku yang ada di Arab ketika itu. Nabi Muhammad juga sukses mendamaikan konflik antara suku Auz dan Khazraj yang sebelumnya selalu berperang.

Sikap mendamaikan yang dicontohkan Nabi Muhammad ini seyogyanya bisa dijadikan contoh bagi umat Islam di zaman sekarang untuk menjadi penengah dari konflik antara Rusia dan Ukraina agar terjadinya perdamaian. Ustadz Adi Hidayat pun menyampaikan sifat orang Islam itu berasal dari kata islah yang artinya memberi, mencerahkan, ada manfaat untuk orang lain. Dengan sifat orang Islam seperti itu maka Islam disebut sebagai agama keselamatan dan kedamaian.

“Maka boleh jadi yang keras jika dihadapi dengan kelembutan, ketenangan, kebaikan mungkin kekerasan itu melunak jadi lembut jadi hubungan kekerabatan yang sangat setia,” kata Ustadz Adi Hidayat. (syd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here