PADA saat Anda merasakan kesenangan, diharapkan untuk selalu bersyukur dan ingat di mana dulu pernah merasakan susah. Begitu juga saat merasakan kesusahan. Maka, ingatlah, akan datang kesenangan.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” – (QS Alam Nasyrah : 5 – 6).

Saat Anda sedang di masa-masa sulit, selalu ingatlah kepada Allah SWT. Karena Allah berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku” (QS Al Baqarah : 152)

Banyak nikmat yang dianugerahkan Allah kepada umatNya yang merupakan pemberian yang terus menerus dan bermacam-macam bentuknya, baik lahir maupun batin.

Bersyukur merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterimakasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah berikan.

Istilah syukur sendiri menurut agama, sebagaimana yang telah diajabarkan oleh Ibnul Qayyim:

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.” (Madarijus Salikin, 2/244).

Lawan dari syukur sendiri adalah kufur nikmat, yaitu sifat enggan untuk menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang telah didapatkan adalah dari Allah Ta’ala.

Karena itu, selalu bersyukur saat Anda sedang diberi nikmat oleh Allah SWT, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit. Karena orang yang selalu bersyukur niscaya Allah akan menambah kenikmatan tersebut.

Hal ini sebagaimana firman Allah di dalam QS Ibrahim ayat 7 yang memiliki arti:

“Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi, barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih.”

Allah dalam banyak ayat di Alquran memerintahkan manusia untuk bersyukur kepadaNya. Maka, syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT. Allah SWT pun berfirman:

“Ingatlah kepadaKu, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepadaKu janganlah ingkar.” (QS. Al Baqarah:152).

Allah juga berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS. Al Baqarah:172).

Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang telah menjadi perantara sampainya nikmat Allah pada Anda.

Di dalam Al Qur’an seringkali Allah menggugah hati manusia, bahwa ternyata banyak sekali nikmat yang dilimpahkanNya sejak umat manusia datang ke Bumi, agar sadar dan bersyukur kepada Allah SWT. Tuhan pun berfirman:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-NAhl:78).

Coba untuk selalu merasa cukup atas nikmat yang ada pada diri Anda. Hal ini akan membuat Anda selalu bersyukur kepada Allah SWT. Sebaliknya, saat Anda senantiasa merasa tidak puas, selalu merasa kekurangan, merasa Allah tidak pernah memberi kenikmatan padanya sedikitpun, maka begini Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”. (HR. Ibnu Majah no.3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur adalah dengan melakukan sujud syukur.

Dzikir salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ada beberapa dzikir tertentu yang diajarkan oleh Rasulullah khusus mengungkapkan rasa syukur Anda kepada Allah Swt.

Bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan empat cara:

Bersyukur dengan Lisan
Cara bersyukur kepada Allah pertama yaitu dengan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ adalah hal minimal yang bisa dilakukan. Bila hati seseorang telah sangat yakin bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT. Anda akan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).

Karena itu, saat Anda mendapatkan nikmat dari seseorang, maka lisan tetap harus memuji Allah. Karena tanpa disadari, orang tersebut merupakan perantara Allah yang sengaja didatangkan untuk Anda.

Bersyukur dengan Hati
Cara bersyukur kepada Tuhan yang kedua adalah Anda perlu menyadari bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan semata-mata merupakan karunia dan kemurahan dari Tuhan.
Cara bersyukur kepada Tuhan dengan hati bisa membawa seseorang kepada sikap untuk menerima karuniaNya.

Bersyukur dengan Tindakan
Aktivitas fisik atau perbuatan nyata terkait bersyukur bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Baik melibatkan orang lain atau hanya melibatkan diri sendiri.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Tuhan sangat suka melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya dengan cara dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Sesungguhnya Allah SWT senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya,” sabda Rasulullah.

Merawat Kenikmatan
Saat Anda mendapatkan nikmat dari Allah, usahakan untuk merawatnya agar tidak rusak. Hal ini seperti menjaga amanah dari Allah SWT. Misalnya saja Anda bisa tetap menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Merawat kenikmatan ini merupakan bentuk rasa syukur karena telah diberikan tubuh yang sehat oleh Allah. (Lip6/Wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here